<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kalalatu</title>
	<atom:link href="http://kalalatu.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kalalatu.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 May 2013 16:30:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>dulu</title>
		<link>http://kalalatu.com/?p=1</link>
		<comments>http://kalalatu.com/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 08:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalalatu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalalatu.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[eh ingat ga dulu waktu guru TK kita nanya: apa beda manusia, gorila ama doraemon..?? lalu kita yang masih sibuk: dengan benda warna-warni, hapalan nyanyian, dan leho yang turun naik tanpa lelah, hanya diam, ga ngejawab. Nah, untungnya di kelas ada satu teman kita, yang lehonya udah kering, menjawab dengan versinya sendiri. yang walau diragukan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.flickr.com/photos/mekanoide/2425037567/sizes/o/in/pool-1017929@N22/"><img class="wp-image-9" title="doraemon" src="http://kalalatu.com/wp-content/uploads/2012/03/doraemon.jpg" alt="" width="507" height="556" /></a></p>
<p style="text-align: left;">eh ingat ga dulu waktu guru TK kita nanya: apa beda manusia, gorila ama doraemon..??<br />
lalu kita yang masih sibuk: dengan benda warna-warni, hapalan nyanyian, dan leho yang turun naik tanpa lelah, hanya diam, ga ngejawab.</p>
<p>Nah, untungnya di kelas ada satu teman kita, yang lehonya udah kering, menjawab dengan versinya sendiri. yang walau diragukan orisinalitasnya, tapi harus diakui keberaniannya berpendapat.</p>
<p>Teman kita ini menjawab &#8221; Bu guru, menurut genealoginya manusia itu dari tanah, gorila dari sapu ijuk, sedang doraemon dari plastik.&#8221;</p>
<p>Ibu guru pasti hanya tersenyum, sambil betulin kerudung. Tak menyalahkan. Tak megiyakan. Lalu mengajak kita mendendangkan lagu tentang kacaunya hati bila kehilangan balon berwarna hijau. Namun dengan bijak mengajak kita memegang erat balon yang tersisa. Karena cuma itu yang sekarang kita punya. Apa saja warnanya? saat itu kita bisa menjawab. walau sebagian besar masih buta warna dan aksara.</p>
<p>***</p>
<p>Dan pertanyaan bu guru tadi masih terngiang hingga sekarang. Begitu juga jawaban teman kita yang kabarnya sudah S2 di negeri seberang. Terakhir statusnya di facebook terbaca : Akhirnya aku melihat Gorilla!! &#8230;ahaiii beruntungnya dia</p>
<p>kabarnya sekarang sedang S3 dia di Afrika, Gabon kalau tak salah, atau Ghana, aihh,,,maaf saya pelupa orangnya. Liat aja statusnya di facebook. dia agak update orangnya, sedikit narsis dan punya kecendrungan eksibisionis&#8230;semacam bala-bala lah. Tak usah dipikirkan. dia di afrika ini.</p>
<p>Kabarnya lagi, teman kita yang jenius ini sedang mempertahankan disertasi. Dan yang mengagetkan saya adalah disertasinya tentang pertanyaan guru TK kita dulu&#8230;tentang beda Gorila, Manusia, dan Doraemon..(urut2an nya mah bebas, tidak ada maksud apa2, cuma supaya bisa di baca)</p>
<p>Ternyata, menurut disertasi teman kita yang ditulis dalam bahasa suku gurun kalahari ini, beda tiga jenis makhluk ini ada pada bagaimana mereka memperlakukan masa lalu dan masa depan.</p>
<p>Pertama si manusia yang menganggap bahwa masa lalu adalah sebuah sejarah yang bisa dilihat terang benderang. Maka masa depan adalah misteri yang selalu menjelma jadi tanda tanya.</p>
<p>kedua, si gorila, berpikir sebaliknya. Dia anggap masa lalulah yang berada di depan dan masa yang akan datang ada di belakang. Menurut teman kita &#8211;yang sudah wawancara dengan gorilla dan live in serta berpartisipasi aktif dalam komunitas gorila afrika&#8211;. karena masa lalu ada di belakang, maka dengan sendirinya gelap dan tak terlihat. Sedangkan masa depan sangat jelas. centang perenang. namanya juga di depan. keliatan dong. yoiii.</p>
<p>Dan si doraemon, melihat masa lalu dan masa depan sama jelasnya. Kata teman saya yang alim ini. Ini didasarkan pada esensi asali dari si doraemon. Doraemon terbuat dari plastik. Makanya sudah jelas bagi doraemon, masa lalunya adalah plastik, mungkin bijih plastik, mungkin polimer cair, tapi intinya mah plastik. Pas jadi Doraemon dia plastik. Nah pas udah ga jadi doraemon lagi, mungkin dia jadi ember, sedotan, keresek, kantong es goyobod, sampul buku, limbah beracun, atau michael jackson. tapi tetep aja dia plastik.</p>
<p>Tentu penelitian ini bisa didebat dan dipertanyakan. tentunya saya yang S1 aja hampir DO cuma bisa manggut-manggut. setuju nggak, nolak juga enggak. apalagi ngerti, boroboro. Saya jadi malu ama gorila dan doraemon. manusia kadang terlalu sok tahu tentang masa lalu. padahal tentang pelajaran TK aja udah lupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalalatu.com/?feed=rss2&#038;p=1</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
